Public service motivation pada layanan surat keterangan tidak mampu di Desa Rajeg Kabupaten Tangerang
Salah satu isu krusial dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia.
adalah tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin menurun dan persepsi
negatif terhadap kinerja birokrasi. Kurang baiknya citra serta kinerja instansi
pemerintah tidak terlepas keterkaitannya dengan peran serta para aparat
pemerintah yang terlibat dalam proses pelayanan publik. Dalam upaya
memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, penting bagi pegawai
untuk memperlihatkan semangat dan kinerja yang tinggi agar proses berjalan
lancar. Motivasi adalah elemen kunci yang membedakan antara pegawai yang
hanya menjalankan tugas rutin dengan yang berusaha memberikan kontribusi
maksimal. Salah satu motivasi yang diperlukan para aparatur yaitu motivasi dalam
bentuk public service motivation. Dalam motivasi ini pegawai Desa Rajeg
diharapkan menerapkannya dalam melayani masyarakat khususnya pelayanan
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui bagaimana public service motivation pada layanan surat keterangan
tidak mampu di Desa Rajeg dan apa saja hambatan public service motivation pada
layanan surat keterangan tidak mampu di Desa Rajeg. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam menganalisa peneliti
menggunakan teori public service motivation dari Kim dan Vanenabeele (2009)
yang memiliki 4 indikator diantaranya: Ketertarikan terhadap partisipasi
masyarakat (attraction to public participation), Komitmen terhadap nilai-nilai
publik (commitment to the public values), Belas Kasih (compassion), Sikap
pengorbanan diri (self-sacrifice). Dari hasil analisis tersebut menunjukan bahwa
para pegawai di Desa Rajeg sudah cukup baik dalam menerapkan public service
motivation dalam memberikan layanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Detail Information