Analisis dampak fatherless peserta didik di pesantren modern Daarul Muttaqien 2 Pasar Kemis Kabupaten Tangerang
Edward Elmer Smith psikolog Amerika mengemukakan bahwa fatherless
adalah tidak hadirnya figur ayah di rumah secara fisik ataupun psikologis.
Ketidakhadiran ayah merupakan sebuah tragedi kehidupan yang telah menjadi
sebuah epidemi yang terus berkembang. Anak-anak yang tidak memiliki ayah yang
hadir dalam kehidupannya cenderung mengalami kekurangan fisik, emosional,
intelektual dan ekonomi sepanjang hidup mereka. Munculnya fenomena fatherless
lebih banyak dikarenakan paradigma pengasuhan yang dipengaruhi oleh budaya
lokal. Paradigma ayah dipengaruhi oleh stereotip budaya bahwa laki-laki itu tidak
pantas mengurus anak dan tidak boleh pula terlibat dalam proses pengasuhan.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk
mengetahui peran pendidikan Islam dalam menangani fenomena fatherless, (2)
Untuk mengetahui dampak fatherless peserta didik di Pesantren Modern Daarul
Muttaqien 2 Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, (3) Untuk mengetahui upaya guru
dalam menangani fatherless di Pesantren Modern Daarul Muttaqien 2 Pasar Kemis
Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk
deskriptif berbasis fenomenologi (phenomenology) yang dimana peneliti hendak
menggali makna dari setiap peristiwa atau pengalaman hidup yang dialami oleh
narasumber melalui pengumpulan data valid berupa wawancara dan observasi serta
berbasis studi kasus (case studies) yang mana peneliti melakukan penelitian yang
mendalam tentang individu, organisasi, bisnis, atau lembaga tertentu. Tujuannya
untuk menggambarkan kondisi, mencari penyebab, serta memungkinkan peneliti
menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Dari hasil penelitiaan ini dapat
diambil kesimpulan bahwasanya dampak dari fatherless dalam ranah akademik
adalah salah satunya anak memiliki kemampuan akademis yang rendah, memiliki
konsentrasi yang menurun, anak menjadi tidak percaya diri, sehingga pembelajaran
yang berlangsung dikelas tidak dapat diterima dengan baik dan efektif oleh peserta
didik fatherless. Maka guru harus mengupayakan untuk membentuk pengelolaan
kelas yang baik dan kondusif dengan melakukan pendekatan dengan mengajak
mereka mengobrol diluar jam-jam kelas. Dimulai dengan hal-hal yang mereka sukai
atau segala sesuatu yang membuat perasaannya bahagia. Dengan begitu, sikap
keterbukaan akan perlahan terbentuk dan seiring berjalannya waktu mereka akan
dengan sendirinya menceritakan berbagai kejadian ataupun masalahnya. Sebisa
mungkin buatlah kepercayaan mereka muncul terutama kepercayaan pada diri
sendiri
Detail Information
| Bagian |
Informasi |
| Pernyataan Tanggungjawab |
Kharisma Nur Hidayah 2003020107 |
| Pengarang |
Kharisma Nur Hidayah - Personal Name Nur Halimah - Personal Name M. Asep Rahmatullah - Personal Name Siti Munawati - Personal Name Ahmad Haromaini - Personal Name Neni Nuraeni - Personal Name
|
| Edisi |
Publish |
| No. Panggil |
REF AI2410701 KHA a |
| Subyek |
Peserta Didik Dampak Fatherless
|
| Klasifikasi |
AI2410701 |
| Judul Seri |
|
| GMD |
Text |
| Bahasa |
Indonesia |
| Penerbit |
Fakultas Agama Islam |
| Tahun Terbit |
2024 |
| Tempat Terbit |
TANGERANG |
| Deskripsi Fisik |
xiv + 114 hlm.; 30 cm |
| Info Detil Spesifik |
Pembimbing 1 : Nur Halimah 04122029003 / Pembimbing 2 : M. Asep Rahmatullah 0412028903 / Penguji 1 : Siti Munawati 0419087402 / Penguji 2 : Ahmad Haromaini 0411078204 / Penguji 3 : Neni Nuraeni Wjatiningsih 8881460018W |