<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2826">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analis yuridis terhadap penerapan sanksi pelaku penyebaran informasi di media elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan berdasarkan undang - undang nomor 19 tahun 2016 ( Studi kasus perkara nomor :]]></title>
<subTitle><![CDATA[1074&#47;Pid.Sus&#47;2019&#47;PN.TNG )]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Humulhaer</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Beggy Tamara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hj. Annie Myranika</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tania Savira</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Hukum / Ilmu Hukum]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 110 hlm, ; 30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata telah membawa dampak 
dalam perkembangan hukum termasuk hukum pidana, khususnya tentang masalah 
perbuatan (tindak pidana), dalam kehidupan dunia modern saat ini tidak dapat 
terlepas dan bahkan sering kali bergantung pada kemajuan teknologi yang canggih 
atau maju, khususnya di bidang informasi dan elektronik melalui jaringan 
internasional (internet). Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi 
senantiasa diikuti dengan adanya akibat (suatu dampak), baik positif maupun negatif. 
Salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi yaitu di publikasikannya suatu 
dokumen yang berhubungan dengan kesusilaan yang menjadi perhatian serius dari 
semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat pada
umumnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan sanksi 
pidana bagi pelaku penyebaran informasi di media elektronik yang memiliki muatan 
yang melanggar kesusilaan berdasarkan Putusan Perkara Nomor: 
1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG dan apakah putusan hakim dalam penerapan hukum di 
dalam Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG 
sudah memenuhi unsur keadilan dan efek jera. Penelitian ini merupakan tipe 
penelitian yuridis empiris, sifatnya deskriptif analisis sehingga dari data primer dan 
data sekunder dianalisa secara kualitatif untuk memperoleh jawaban yang dapat di 
pertanggung jawabkan secara ilmiah. Landasan teorinya mengacu pada KUHP, 
KUHAP dan Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Perubahan Atas Dasar UndangUndang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Adapun 
kesimpulannya bahwa tindakan yang dilakukan terdakwa merupakan perbuatan yang 
melanggar hukum dan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak 
pidana “Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan 
dan/atau membuat dapat Diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen 
Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan” dan Putusan 
Pengadilan Nomor: 1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG belum memenuhi unsur keadilan 
dan memberikan efek jera. Dengan adapun sarannya untuk masyarakat agar dapat 
lebih berhati-hati, memahami dan mengantisipasi dalam penggunaan Media 
Elektronik dan untuk pemerintah diharapkan untuk konten yang bersifat Asusila 
dapat secara otomatis tidak dapat diakses agar tidak terjadi lagi hal-hal yang 
melanggar kesusilaan dalam Media Elektronik</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Informasi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Kesusilaan]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Media Elektronik]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[HK2001802]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20200812]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2001802 TAN a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR011427]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2001802 TAN a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7222" url="" path="/bab 1_ 5 Tania Savira 1602010018.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_Skripsi.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2826]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 20:45:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-27 11:40:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>