<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2825">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analis yuridis terhadap putusan bebas mengenai tindak pidana persetubuhan anak atas dasar suka sama suka ( studi kasus nomor :]]></title>
<subTitle><![CDATA[r 51&#47;Pid_Sus&#47;2016&#47;PN Kbu )]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Humulhaer</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Beggy Tamara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hj. Annie Myranika</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syafera Febrianti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Hukum / Ilmu Hukum]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 88 hlm, ; 30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Anak merupakan sebuah titipan yang Allah STW berikan kepada orang tua untuk 
dijaga dan dididik untuk menjadi generasi penurus bangsa yang memiliki harkat dan 
martabat. Namun, dalam kehidupan sehari-hari anak rentan menjadi korban kejahatan 
seksual oleh pelaku yang tidak bertanggungjawab dan anak harus mendapatkan 
perlindungan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang diambil 
yaitu, apakah yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam memutus bebas pelaku 
tindak pidana persetubuhan anak dalam kasus putusan nomor 51/Pid_Sus/2016/PN 
Kbu? Dan Apakah putusan hakim dalam kasus putusan nomor 51/Pid_Sus/2016/PN 
Kbu telah mencerminkan perlindungan terhadap anak dan memiliki efek jera? Tujuan 
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui yang menjadi dasar pertimbangan hakim 
dalam memutus bebas pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dalam 
putusan nomor 51/Pid_sus/2016/PN Kbu, untuk mengetahui putusan hakim dalam 
kasus putusan nomor 51/Pid_Sus/2016/PN Kbu telah mencerminkan perlindungan 
terhadap anak dan memiliki efek jera. Metode yang digunakan dalam melakukan 
penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris yang bersifat deskriptif analisis dari 
data primer dan data sekunder yang dianalisa secara kualitatif untuk membuat 
kesimpulan terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Landasan teori 
mengacu pada pasal 76D, Pasal 76E, pasal 81 ayat (1) dan (2), pasal 82 ayat (2) 
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah 
Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 64 KUHP. 
Kesimpulannya bahwa hakim kurang cermat dan teliti dalam memutus perkara 
tersebut dengan memutus bebas terdakwa karena tidak mempertimbangkan bujuk 
rayu terdakwa terhadap korban bahwa akan dinikahinya, dan putusan hakim tidak 
memiliki efek jera terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak. Penulis 
menyarankan agar hakim selalu cermat dan teliti dalam memutus suatu perkara 
dengan melihat fakta-fakta yang ada dipersidangan apa yang telah dilakukan oleh 
terdakwa dan dalam memutus perkara sebaiknya mempertimbangkan aspek yuridis 
dan sosiologis, terutama pada kasus dimana anak yang menjadi korban dan untuk 
korban sebaiknya lebih menjaga diri dan tidak mudah percaya kepada orang lain atas 
janji-jani palsu.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Anak]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Persetubuhan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[HK2007602]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20201210]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2007602 SYA a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR011426]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2007602 SYA a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7220" url="" path="/bab 1_ 5 Syafera Febrianti 1502010076.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_Skripsi.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2825]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 20:04:28]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-27 11:38:35]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>