<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2812">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis yuridis akibat perceraian terhadap pembagian harta bersama terhadap pembagian harta bersama dalam perkawinan campuran berdasarkan undang - undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan ( studi kasus putusan MA No.  1400K&#47;Pdt&#47;2017 )]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Annie Myranika</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Retno Susilowati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nabila Ulvi Juniarsi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Herman Kh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Hukum / Ilmu Hukum]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 132 hlm, ;30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkawinan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Karena pesatnya 
perkembangan zaman menyebabkan seseorang bertemu dan berkomunikasi dengan 
bangsa yang berbeda sehingga memungkinkan penduduk suatu Negara 
melangsungkan perkawinan dengan penduduk Negara lain, perkawinan ini biasa 
disebut dengan perkawinan campuran. Salah satu unsur penting bagi pasangan yang 
melangsungkan perkawinan adalah pencatatan perkawinan. Hal ini dimaksudkan 
untuk melindungi warga Negara dalam membina keluarga. Setelah pasangan suami 
istri tersebut melangsungkan perkawinan tentu saja ada akibat hukum yang 
ditimbulkan dari perkawinan tersebut salah satunya adalah akibat hukum perkawinan 
terhadap harta kekayaan. Tetapi tidak semua perkawinan berjalan harmonis. Karena 
bersatunya dua pribadi yang berbeda tentu saya ada perselisihan yang terjadi. Ketika 
hal tersebut terjadi secara terus menerus maka hal terburuk yang terjadi adalah 
perceraian. Jika sudah terjadi perceraian tidak jarang terdapat sengketa terhadap 
akibat hukum perceraian salah satunya adalah sengketa terhadap pembagian harta 
bersama yang tidak adil. Oleh karena itu pencatatan perkawinan maupun pencatatan 
perceraian sangat penting untuk dilakukan karena akan sangat berdampak pada akibat 
hukum yang ditimbulkan. Dalam kasus pada penelitian ini juga terjadi kelalaian 
dalam pencatatan perkawinan dan pencatatan perceraiannya sehingga berdasarkan 
putusan : MA no. 1400k/Pdt/2017 timbul masalah yang harus dikaji yaitu Apa akibat 
perceraian terhadap harta bersama dalam perkawinan campuran yang dicatatkan pada 
lembaga catatan sipil dan apa upaya hukum yang dapat dilakukan untuk 
menyelesaikan sengketa harta bersama dalam kasus putusan : MA no. 
1400k/Pdt/2017. Penelitian ini merupakan tipe penelitian yuridis empiris dan
memiliki sifat deskriptif analisis, sehingga data yang diperoleh dianalisis secara 
kualitatif. Landasan teorinya mengacu pada pasal 56 ayat (1) dan pasal 35 ayat (2) 
Undang-Undang Perkawinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkawinan dan 
putusan perceraian dalam putusan ini telat dicatatkan di Lembaga yang berwenang 
sehingga tidak berkekuatan hukum tetap yang mengakibatkan harta bersama tidak 
dapat di selesaikan menggunakan hukum di Indonesia, sehingga diperlukan upaya 
hukum untuk memohon pendaftaran perkawinan dan putusan perceraian untuk 
dicatatkan kembali di Kantor Catatan Sipil</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Perkawinan]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Perceraian]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Harta]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[HK2008102]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20201203]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2008102 NAB a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR011424]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK 2008102 NAB a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7216" url="" path="/bab 1_5 NABILA ULVI JUNIARSI (1602010081).pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_Skripsi.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2812]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 14:40:36]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-27 11:26:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>