<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2789">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Yuridis terhadap tindak pidana Cyberporn penyebaran konten Pornografi melalui media sosial menurut hukum positif di Indonesia (Studi Kasus Nomor :]]></title>
<subTitle><![CDATA[1074&#47;Pid.Sus&#47;2019&#47;PN.TNG)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tina Asmarawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Raendhi Rahmadi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dian Yulviani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Feby Aulia Zesica</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Hukum / Ilmu Hukum]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 95 hlm.; 30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Fenomena  yang  ada  dimasyarakat  sebagian  orang  memanfaatkan  teknologi  untuk  hal 
negatif  yakni  sebagai  sarana  penyebaran  konten  pornografi.  Permasalahanya  apakah 
penerapan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana  cyberporn  berdasarkan putusan 
nomor 1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan 
yang berlaku dan bagaimanakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana 
terhadap  pelaku  tindak  pidana  cyberporn  berdasarkan  putusan  nomor 
1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG.  Tujuan  penelitian  untuk  mengetahui  apakah  penerapan 
sanksi  pidana  terhadap  pelaku  tindak  pidana  cyberporn  berdasarkan  putusan  nomor 
1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG  sudah  sesuai  dengan  peraturan  perundang-undangan  yang 
berlaku  dan  untuk  mengetahui  bagaimanakah  pertimbangan  hakim  dalam  menjatuhkan 
sanksi  pidana  terhadap  pelaku  tindak  pidana  cyberporn  berdasarkan  putusan  nomor 
1074/Pid.Sus/2019/PN.TNG. Tipe penelitian Yuridis Empiris, Sifat penelitian deskriptif 
analisis, Landasan teori mengacu pada KUHP, UU No. 44 Tahun 2008 dan UU No. 19 
Tahun 2016. Kesimpulannya menurut penulis penerapan sanksi pidana terhadap pelaku 
tindak  pidana  cyberporn  belum  sesuai  dengan  peraturan  perundang-undangan  yang 
berlaku karena penegak hukum kurang cermat dan teliti dalam menerapkan sanksi pidana 
terhadap  pelaku  tindak  pidana  cyberporn  dan  pertimbangan  hakim  seyogyanya  perlu 
lebih cermat dan teliti dalam melakukan pertimbangan -pertimbangan untuk menjatuhkan 
sanksi pidana dengan memperhatikan Pasal 8 ayat (2) UU RI No. 48 Tahun 2009 tentang 
Kekuasaan Kehakiman dan juga Panca Dharma Hakim pada  Keputusan Bersama Ketua 
Mahkamah  Agung  RI  dan  Ketua  Komisi  Yudisial  RI  No:  047/KMA/SKB/IV/2009
Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, kemudian sarannya sebaiknya penegak 
hukum  lebih  cermat  dan  teliti  dalam  menerapkan  saksi  pidana  dengan  memperhatikan 
beberapa  aturan  hukum  lainnya  dan  pertimbangan  hakim  seyogyanya  perlu  lebih 
memperhatikan  Pasal  8  ayat  (2)  UU  RI  No.  48  Tahun  2009  tentang  Kekuasaan 
Kehakiman dan juga Panca Dharma Hakim pada  Keputusan Bersama Ketua Mahkamah 
Agung  RI  dan  Ketua  Komisi  Yudisial  RI  No:  047/KMA/SKB/IV/2009  Tentang  Kode 
Etik dan Pedoman Perilaku Hakim</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Media Sosial]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Cyberporn]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[HK2016902]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20200810]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2016902 FEB a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR011394]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2016902 FEB a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7196" url="" path="/bab 1_5 Feby Aulia Zesica  1602010169.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2789]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 10:02:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-27 10:30:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>