<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2788">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis yuridis penyelesaian kasus pengalihan&#47; over kredit kepemilikan rumah (KPR) yang dibuat dengan perjanjian dibawah tangan (studi kasus No. 397&#47; Pdt.G&#47; 2018&#47;PN. TNG)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Retno Susilowati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ahmad Fajar Herlani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lulu Luqia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hasan ,Hamid Safri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Hukum / Ilmu Hukum]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[xii+ 107 hlm.; 30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perjanjian dari KPR merupakan upaya untuk memberikan kemudahan kepada warga atau 
masyarakat terkait hak atas kepemilikan rumah, namun terdapat permasalahan terkait hukum akibat 
dari warga atau masyarakat untuk menghindari wanprestasi akibat dari perjanjian KPR yang sudah 
dilakukan dengan pihak bank, cara yang dilakukan warga atau masyarakat untuk menghindari 
wanprestasi tersebut yaitu dengan melakukan penjualan kepemilikan rumah yang didapatkan 
melalui perjanjian KPR dengan bank kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pihak bank atau 
dilakukan secara dibawah tangan tanpa melibatkan pihak yang berwenang, permasalahan dalam 
penelitian ini adalah bagaimana proses pengalihan/over Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang 
dibuat dengan perjanjian dibawah tangan berdasarkan putusan Nomor 397/Pdt.G/2018/PN.Tng dan 
resiko yang di derita oleh si penerima over kredit apabila penjual melakukan wanprestasi terhadap 
bank sehingga terjadinya sengketa hukum dan upaya penyelesaiannya. Adapun metode 
penelitiannya menggunakan yuridis normatif, dan sifat penelitiannya yaitu deskriptif analisis 
sehingga data yang diperoleh dianalisis secara Kualitatif, landasan hukum nya mengacu kepada 
Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-undang No.4 tahun 1996
tentangHak Tanggungan, dan Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang Perbankan. Adapun 
kesimpulannya yaitu Perjanjian dibawah tangan akan menyulitkan pihak penerima over kredit 
dikemudian hari apalagi jika pemilik sudah tidak diketahui keberadaanya, sehingga bagi pihak bank 
tidak dapat diakui sebagai jual beli jika sudah melunasi angsurannya tetap tidak dapat mengambil 
sertifikatnya, Proses alih debitur pada KPR-BTN merupakan suatu tindakan hukum novasi, yaitu 
suatu proses pergantian perjanjian lama oleh suatu perjanjian baru, yang menyebabkan perjanjian 
lama hapus, sehingga yang berlaku selanjutnya adalah perjanjian baru dengan perubahan terhadap 
syarat dan kondisinya. Adapun saran nya yaitu Untuk menghindari timbulnya permasalahan 
dikemudian hari maka masyarakat yang ingin melakukan jual beli rumah dan tanah KPR yang 
masih dalam masa kredit, dapat melakukannya setelah mendapatkan persetujuan dari pihak bank 
selaku kreditur, Terhadap Perjanjian Kredit, lebih baik dilakukan dengan Akta Notaris, karena 
kekuatan pembuktian akta notaris adalah pembuktian yang sempurna dan lebih memberikan 
jaminan terhadap para pihak yang membuatnya</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Rumah]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[KPR]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[HK2004802]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20200814]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2004802 LUL a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR011409]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2004802 LUL a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7132" url="" path="/bab 1_5 Lulu Luqia  1602010048.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2788]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 09:59:33]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 13:10:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>