<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2778">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis yuridis terhadap pentingnya pencatatan akta kematian dan akibat hukum menurut undang- undang nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan (studi kasus putusan nomor:]]></title>
<subTitle><![CDATA[24&#47;Pdt.P&#47;2018&#47;PN.Bgr)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Annie Myranika</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Retno Susilowati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Harmen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Irnah Herawatih</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Hukum / Ilmu Hukum]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[xii+ 82 hlm.; 30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pencatatan akta kematian dapat dilakukan berdasarkan laporan dari pihak keluarga 
terhadap anggota keluarga yang meninggal dunia kepada RT setempat kemudian 
diproses ke instansi pelaksana paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal kematian. 
apabila pencatatan akta kematian terlambat maka dapat dilakukan oleh pejabat 
pencatatan sipil setelah adanya penetapan pengadilan. Seperi dalam perkara ini 
seorang anak yang meminta permohonan kepada pengadilan kota bogor karena baru 
mendaftarkan kematian ibunya setelah 38 Tahun lamanya. Permasalahan dalam 
penelitian ini adalah Bagaimana pertimbangan hakim terhadap penetapan perkara 
putusan nomor : 24/Pdt.P/2018/PN.Bgr dan Bagaimana akibat hukum terhadap
kematian yang telat didaftarkan dalam perkara putusan nomor : 
24/Pdt.P/2018/PN.Bgr. Adapun tipe penelitiannya Yuridis Normatif, sifat penelitian 
Deskriptif Analisis. Landasan hukum mengacu pada Pasal 44 ayat 1 UU No 24 Tahun 
2013 Tentang Administrasi Kependudukan, Pasal 1 angka 1 PerPres Nomor 96 Tahun 
2018 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk Dan Pencatatan 
Sipil, Pasal 30 ayat 1 PerDa Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Perubahan 
Kedua PerDa Kota Bogor Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan 
Administrasi Negara, Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPdt). Adapun 
kesimpulannya adalah 1. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara permohonan 
tersebut tidak memperhatikan pasal 44 ayat (1) UU No 24 Tahun 2013 Tentang 
Administrasi Kependudukan dan PerDa Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penyelengga 
Administrasi Kependudukan 2. Akibat hukum dari kasus ini adalah tidak adanya 
sanksi bagi para pihak pemohon yang telat mendaftarkan akta kematian sejak 38 
Tahun lamanya yang mengakibatkan seseorang mengabaikan pendaftaran akta
kematian apabila tidak ada kepentingan. Adapun sarannya adalah 1. Majelis Hakim 
sebaiknya lebih bijak lagi dalam memutus perkara tersebut, dan memerhatikan pasal 
77 ayat 1 PerDa No. 3 Tahun 2018 Tentang Penyelenggara Administrasi 
Kependudukan, 2. Sebaiknya pada Perda Bogor lebih di tegaskan lagi tentang 
diberlakukannya sanksi terhadap para pelaku yang telat mendaftarkan akta kematian 
sehingga dengan begitu keterlambatan dalam mengurus akta kematian dapat 
diminimalisir</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Akta Kematian]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[HK2002702]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20201117]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2002702 IRN a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR011405]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF HK2002702 IRN a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7124" url="" path="/bab 1_ 5 Irnah Herawatih.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2778]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-23 15:59:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-24 11:21:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>