<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2646">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Strategi komunikasi mediator dalam proses penyelesaian kasus saat pandemi (Studi kasus hak bertemu anak di KPAI)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Faisal Tomi Saputra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aulian Khairani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Een Irianti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mochammad Mirza</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zulfa Alawiyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>kon Furkon Sukanda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[TANGERANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik / Ilmu Komunikasi]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 89 hlm, ;30 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi
mediator dalam proses penyelesaian kasus saat pandemi di KPAI. Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merupakan Lembaga pemerintah yang
bergerak dibidang jasa, salah satu tugas dan fungsi KPAI yaitu menerima
pengaduan dari masyarakat yang berhubungan dengan hak anak serta menyediakan
mediasi untuk para pihak yang ingin melakukan penyelesaian kasus melalui
bantuan dari para mediator yang ada di KPAI. Akan tetapi adanya pandemi
membuat para mediator mengalami kesulitan dalam melakukan mediasi. Sehingga
menimbulkan beberapa masalah seperti jaringan yang tidak stabil. Melakukan
mediasi membutuhkan strategi yang baik sehingga dapat mencapai kesepakatan
bersama. Dengan menganalisis masalah peneliti menggunakan teori interaksi
simbolik yang dikemukakan oleh Mead dan strategi komunikasi. Teori interaksi
simbolik berasumsi bahwa kehidupan sosial pada dasarnya adalah interaksi
manusia dengan menggunakan simbol-simbol. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam,observasi serta dokumentasi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang di lakukan oleh
mediator saat pandemi meliputi 5 tahapan : (1) Penelitian; mediator dalam
melakukan tahap penelitian dengan mempelajari kasus tersebut dan membuat pointpoint yang akan ditanyakan oleh mediator kepada kedua belah pihak serta berkasberkas persetujuan kedua belah pihak (2) Perencanaan; mediator mengetahui latar
belakang dari kedua belah pihak sangat diperlukan agar para mediator bisa
menyesuaikan, selain itu juga mencari tahu sifat kedua belah pihak dari pelapor
maupun terlapor (3) Pelaksanaan; melakukan pelaksanaan melalui zoom meeting
(4) Evaluasi; menurut informan 1 dan 2 melakukan pemanggilan ulang tetapi itu
dilakukan dengan divisi monef, menurut informan 3 dan 4 tidak ada evaluasi yang
dilakukan mediator (5) Pelaporan; pelaporan tidak dilakukan oleh mediator
melainkan divisi monef.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Komunikasi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Mediator]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[KPAI]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[KM2217906]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20220825]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY UNIS ]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF KM2217906 ZUL s]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SR10176]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan UNIS]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF KM2217906 ZUL s]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6918" url="" path="/BAB 1_BAB 5_ZULFA ALAWIYAH_1801030179.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Halaman Judul_Abstrak_Bab 1_Bab 5_ Daftar Pustaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2646]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-06-15 09:25:14]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-06-15 10:48:33]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>